Mengenal Variabel dan 3 Variabel Scope Pada PHP

Variabel dalam PHP merupakan memori untuk menampung dan menyimpan data atau nilai. Sedangkan Variabel Scope di PHP dibagi menjadi 3 antara lain : variabel Global, variabel Local, dan variabel static. Berikut ulasan selengkapnya tentang variabel dan ketiga variabel scope tersebut.

Daftar isi

1. Pengertian Variabel Pada PHP

Variabel merupakan wadah/memori/tempat untuk menampung dan menyimpan data atau nilai sementara. Data yang ditampung bisa berupa hasil dari inputan user ataupun yang sudah Anda definisikan sendiri.

Data yang disimpan sementara pada variabel bisa juga berupa tipe data antara lain : Tipe data integer, String, Array, dan Boolean. Namun untuk penjelasan tentang Tipe Data pada PHP akan dibahas di artikel selanjutnya.

Variabel dalam PHP tidak membutuhkan deklarasi terlebih dahulu di awal program PHP. Artinya, Anda bebas membuat variabel baik diawal kode PHP, di tengah-tengah, maupun diakhir kode PHP. Hal tersebut berbeda dengan bahasa pemrograman desktop yang membutuhkan deklarasi variabel diawal program.

2. Pengertian Variabel Scope

Variabel Scope atau Ruang Lingkup Variabel merupakan jangkauan sebuah variabel di sepanjang program PHP, maksudnya apakah Nilai dari suatu Variabel tersebut masih bisa diakses atau tidak. Jika Anda membuat variabel didalam fungsi, maka variabel tersebut hanya bisa diakses didalam fungsi saja.

Ruang Lingkup Variabel yang dikenal dengan istilah variabel Scope tersebut penggunaannya dibagi menjadi 3 antara lain : Variabel global, Variabel Local, dan Variabel Static. Penjelasn dari ketiga Variabel Scope tersebut ada dipembahasan No.3, 4, dan 5.

3. Variabel Global

Pada umumnya, Variabel Global adalah variabel yang nilainya dapat diakses dari manapun disepanjang program PHP. Tapi, untuk membuat variabel global Anda bisa menambahkan kata kunci 'Global' sebelum menulis variabel baru.

Jika Anda tidak menambahkan kata kunci 'Global', maka nilai variabel yang dibuat hanya bisa diakses dari luar fungsi saja. Atau sebaliknya, variabel tersebut hanya bisa digunakan di dalam fungsi saja. berikut contoh kodenya.

contoh kode/program/sintaks php
<?php
    /* membuat variabel global dari luar fungsi */
    $luar = "variabel dari luar fungsi";

    function coba(){
        /* membuat variabel global dari dalam fungsi */
        global $dalam;
        $dalam = "variabel dari dalam fungsi";

        /* memanggil nilai dari variabel luar */
        global $luar;
        echo $luar;
    }
    coba();

    /* memanggil nilai dari variabel dalam */
    echo "<br />";
    echo $dalam;
?>

dari contoh diatas, Untuk memanggil nilai dari variabel yang dibuat dari luar fungsi, Anda bisa menggunakan kata kunci 'Global'. Begitupun sebaliknya, variabel yang dibuat dari dalam fungsi bisa dipanggil dari luar fungsi dengan menggunakan kata kunci 'global'.

4. Variabel Local

Variabel Local pada umumnya merupakan variabel yang dibuat didalam sebuah fungsi dan nilainya hanya dapat diakses dari dalam fungsi tersebut. Jika Anda mengakses variabel tersebut dari luar fungsi maka akan muncul pesan error:undefined variable. berikut contoh kodenya.

contoh kode/program/sintaks php
<?php
    /* membuat variabel local di dalam fungsi */
    function coba(){
        $local = 25;
        echo $local;
    }
    coba(); /* output adalah 25 */
?>

5. Variabel Static

Secara default, sebuah nilai variabel yang dibuat di dalam fungsi akan dihapus jika sebuah fungsi telah selesai dijalankan, dan akan dibuat ulang saat fungsi tersebut dipanggil. Oleh karena itu, Anda bisa membuat variabel static untuk mengatasi masalah tersebut.

Variabel Static berguna untuk mempertahankan Nilai dari suatu variabel yang di buat di dalam fungsi. Untuk membuat variabel Static, Anda bisa menggunakan kata kunci 'Static' sebelum menulis variabel. berikut contoh kodenya.

contoh kode/program/sintaks php
<?php
    function coba(){
        static $angka = 3;
        $angka ++;
        echo $angka."<br />";
    }

    coba();  /* output adalah 4 */
    coba();  /* output adalah 5 */
?>

Coba Anda tulis ulang atau copy contoh kode diatas pada text editor lalu simpan dengan ekstensi .php, lalu jalankan pada web browser, Maka dari contoh kode diatas akan menampilkan output angka 4 dan 5. dan Coba anda hapus kata kunci 'Static', maka hasil output akan menampilkan angka 3 dan 3.

6. Nilai pada Variabel

Variabel dalam pemrograman PHP tidak terikat dengan jenis Tipe Data. Artinya, Anda bebas mengisi variabel dengan nilai apa saja seperti integer, string, array. Hal tersebut dikarenakan PHP sendiri adalah bahasa pemrograman berjenis Loosely Type Language.

Untuk memberikan Nilai kepada Variabel, Anda bisa menggunakan Operator sama dengan ( = ). Operator sama dengan tersebut dikenal dengan sebutan Assignment Operators. Anda Juga dapat menyalin nilai dari suatu variabel kedalam variael baru atau variabel lainnya seperti pada contoh dibawah ini.

contoh kode/program/sintaks php
<?php
    /* pemberian nilai awal/inisialisasi pada variabel */
    $variabel = "Nilai";

    /* contoh nilai variabel yang disalin di 'variabel lainnya' */
    $variabel_lain = $variabel;

    /* perintah Menampilkan isi variabel */
    echo $variabel;
    echo $variabel_lain;
?>

7. Penamaan Variabel

Dalam pemrograman PHP, Penamaan variabel apapun diperbolehkan misalnya membuat variabel dengan nama: kucing, kuda, bejo, alamat, atau nama Anda sendiri misalnya.

Namun, ada beberapa batasan atau aturan dalam penamaan variabel di PHP. Anda wajib mengikuti aturan yang ada di PHP jika tidak ingin membuat error sebuah program PHP. Aturan tersebut antara lain.

Daftar Tabel untuk Penamaan Variabel
NoAturanKeterangan
1Case SensitiveNama variabel bersifat Case Sensitive. Artinya, variabel $nama berbeda dengan variabel $NaMa.
2Karakter PertamaNama variabel harus diawali dengan huruf atau tanda underscore.
3Jenis KarakterNama variabel berisi karakter A-Z, a-z, 0-9, dan tanda underscore.
4SpaceNama variabel tidak boleh berisi spasi, Anda bisa menggantinya dengan tanda underscore. contoh yang benar "$nama_lengkap".