Belajar 7 Tipe Data pada Pemrograman PHP

Pada umumnya, Pemrograman berisi tentang pengolahan data. misalnya sistem login pada sebuah situs, dimana Anda harus memasukkan data dalam bentuk Teks atau angka (username dan password). Data tersebut kemudian disimpan sementara pada variabel.

pemrograman PHP sendiri menyediakan beberapa Tipe Data yang dapat diolah sesuai kebutuhan dan disimpan sementara pada variabel. Tipe data tersebut antara lain: Tipe Data Integer, Float, String, Array, Null, Boolead, dan Objek. dan berikut ulasan selengkapnya.

Daftar isi

1. Tipe Data Integer

Tipe Data Integer berisikan data-data dalam bentuk bilangan bulat, nilai integer bisa berupa nilai positif dan negatif. Luas Jangkauan bilangan bulat pada Integer dimulai dari -2147483648 sampai angka 2147483647. Anda juga bisa membuktikan sendiri besaran jangkauan tersebut, tulis baris-baris kode PHP dibawah ini, dan buktikan sendiri hasilnya.

contoh kode/program/sintaks php
<?php
    echo PHP_INT_MIN;
    /* -2147483648 */

    echo "<br />";
    echo PHP_INT_MAX;
    /* 2147483647 */
?>

Anda bisa menerapkan operasi matematika dengan bilangan Integer seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, atau pembagian dengan catatan, angka yang digunakan tidak mengandung angka pecahan atau desimal. Jika data yang diolah adalah angka desimal, Anda bisa menggunakan Tipe Data Float.

2. Tipe Data Float

dengan Tipe Data Float Anda bisa memanfaatkannya untuk menghitung rata-rata nilai siswa misalnya. Selain menghitung rata-rata, Anda juga bisa menggunakan Float untuk menghitung rumus. Misalnya, rumus lingkaran yang membutuhkan pecahan yaitu 3,14.

dari keterangan diatas, Tipe Data Float diciptakan unttuk mengatasi kelemahan dari tipe data Integer, dimana Integer berisikan bilangan bulat atau hanya bilangan positif dan negatif. Untuk itulah Anda bisa menggunakan Tipe Data Float.

Ada dua Cara untuk menulis kode PHP menggunakan Float, pertama bisa menggunakan angka desimal. kedua bisa menggunakan angka dalam bentuk E Notation. Misalnya angka 5e-5 yang berati 0.00005 dalam bentuk desimal. berikut contoh kode PHP dengan Tipe Data Float.

contoh kode/program/sintaks php
<?php
    /* Tipe Data Float dengan pecahan desimal */
    $x = 0.005;
    $y = 1000;
    echo "hasil = ".$x * $y; // hasil = 5

    /* Tipe Data Float dengan angka E Notation */
    $a = 5e-3;
    $b = 1000;
    echo "<br />hasil = ".$a * $b; // hasil = 5
?>

3. Tipe Data String

Tipe Data String bisa Anda gunakan untuk mengolah data dalam bentuk String. Data yang disimpan bisa dalam bentuk kalimat, teks, kata, dsb. Artinya, Anda bisa mengolah data berupa nama, alamat, atau tulisan lainnya.

Tipe Data String juga bisa menampung angka dengan catatan, apabila Anda menulis angka dengan diapit tanda kutip, misalnya "2019". maka angka tersebut dianggap String karena diapit dengan tanda kutip.

Untuk penulisan string, Anda bisa memanfaatkan fitur PHP yaitu tanda kutip tunggal, tanda kutip ganda, Heredoc, dan Nowdoc. berikut contoh kode PHP untuk Tipe data String.

contoh kode/program/sintaks php
<?php
    /* String dengan diapit tanda petik Tunggal */
    $teks = 'tanda petik tunggal';
    echo $teks;
    echo "<br />";

    /* String dengan diapit tanda petik Ganda */
    $kata = "tanda petik ganda";
    echo $kata;
    echo "<br />";
   
    /* String dengan Heredoc */
    $kalimat1 = <<< KETIK
        Tulislah kalimat disini sebanyak yang Anda mau.
    KETIK;
    echo $kalimat1;
    echo "<br />";
   
    /* String dengan Nowdoc */
    $kalimat2 = <<< 'TULIS'
        Tulislah kalimat disini sebanyak yang Anda mau.
    TULIS;
    echo $kalimat2;
?>

Perbedaan dari Heredoc dan Nowdoc yaitu, dimana Heredoc adalah fungsi lain dari tanda kutip ganda, dan Nowdoc adalah fungsi lain dari tanda kutip tunggal. Kelebihan Heredoc dan Nowdoc yaitu, Anda bisa menulis beberapa baris kalimat lebih leluasa.

4. Tipe Data Array

Tipe Data array atau Larik merupakan Tipe Data yang dapat menyimpan banyak nilai hanya dalam satu variabel. Nilai yang disimpan bisa berupa kumpulan dari tipe data lainnya. Tipe Data Array bukan termasuk tipe data Dasar, melainkan tipe data bentukan dari tipe data lainnya.

Array berbeda dengan konsep String atau integer, dimana Tipe Data String dan Integer disebut dengan istilah scalar variable, yaitu satu variabel hanya dapat menyimpan satu nilai. Sedangkan array adalah variabel yang dapat menyimpan beberapa nilai sekaligus.

Variabel array sangat cocok digunakan jika Anda ingin menyimpan data berkelompok, misalnya data siswa. Untuk membuat variabel array, Anda bisa menggunakan fungsi 'array()' sebagai nilai dari variabel. coba perhatikan contoh kode dibawah ini.

contoh kode/program/sintaks php
<?php
    /* Variabel Array : menyimpan banyak nilai pada 1 variabel */
    $kelompok = array('sadewa', 'baladewa', 'puntadewa');

    /* Variabel String : menyimpan banyak nilai dengan 3 variabel */
    $siswa1 = "sadewa";
    $siswa2 = "baladewa";
    $siswa3 = "puntadewa";
?>

Bisa dilihat dari contoh kode diatas, variabel array dapat mempersingkat penulisan variabel. berbeda dengan variabel string, hanya menyimpan satu nilai. Artinya Jika dengan Variabel String, Anda harus membuat 3 variabel atau bahkan lebih jika ingin menyimpan data berkelompok.

5. Tipe Data NULL

Variabel Tipe Data NULL merupakan variabel yang tidak memiliki nilai yang ditetapkan. Tipe Data Null adalah tipe data khusus yang hanya berisi 1 nilai yaitu NULL. Jika Anda membuat variabel tanpa mengisi nilai, maka secara otomatis variabel itu berisi nilai NULL.

Sebuah variabel yang tadinya berisi nilai juga bisa dibuat kosong dengan menetapkan nilai NULL. berikut adalah contoh kode PHP untuk Tipe Data NULL.

contoh kode/program/sintaks php
<?php
    $nilai = "Halo";
    $nilai = NULL;

    echo $nilai;
    /* Output : Kosong */
?>

dari contoh kode PHP diatas, jika dijalankan pada web browser tidak akan menampilkan apa-apa atau ksoosng karena nilainya NULL. walaupun variabel yang awalnya berisi nilai "Halo" akan diganti dengan NULL.

6. Tipe Data Boolean

Tipe Data Boolean sangat unik, berbeda dengan tipe data String, Integer, atau array, dimana Anda bebas untuk memasukkan data. Sedangkan pada Tipe Data Boolean, Anda diperbolehkan memasukkan Nilai hanya 1 dari 2 pilihan yang ada yaitu TRUE atau FALSE.

contoh kode/program/sintaks php
$yes = TRUE;
$no  = FALSE;

Tipe Data Boolean lebih sering digunakan jika Anda bekerja dengan pernyataan kodisional if,else atau looping. Oleh karena itu, Anda bisa membaca artikel berikutnya tentang kondisional dan looping agar lebih memahami tipe data boolean.

7. Tipe Data Object

Tipe Data Objek merupakan Tipe data yang menyimpan data, dan informasi bagaimana cara memproses data itu. Menurut saya, tipe data ini adalah tipe data yang paling rumit. Misalnya, pertama buat class siswa, kemudian dalam class siswa, Anda bisa membuat property dan method untuk class siswa.

Setelah Anda membuat class siswa beserta dengan property dan method-nya. kemudian buat objek baru dari class siswa atau disebut instansiasi. Selanjutnya, Anda bisa menampilkan property dan method. Langsung saja, berikut contoh kodenya.

contoh kode/program/sintaks php
<?php
    /* buat class siswa */
    class siswa{
        /* property */
        var $nama;

        /* method */
        function berangkat(){
            return " Sedang Berangkat Sekolah";
        }
    }

    /* instansiasi */
    $sekolah = new siswa();

    /* atur nilai property */
    $sekolah->nama = "Arjuna";

    /* tampilkan property dan method */
    echo $sekolah->nama;
    echo $sekolah->berangkat();
?>

dari contoh kode diatas mungkin terlihat rumit bagi yang baru belajar, namun perlu dipelajari jika ingin menjadi seorang programmer yang handal. dan berikut adalah screenshot hasil dari kode diatas jika dijalankan pada halaman web browser.

hasil contoh dari kode php dengan tipe data objek
Gambar 7